Artikel

Menu Artikel di Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara memuat tulisan/artikel yang bisa dibaca oleh umum. Menu ini juga dilengkapi dengan form pencarian yang diharapkan dapat membantu pengunjung dalam mencari artikel

Mengajak Menghindari Plagiarisme Oleh : R. H. Bambang B. Nugroho

Oleh Dhian Deliani, S.Sos. —

Akhir minggu ketiga Bulan Oktober, penulis mengambil hasil evaluasi tengah semester gasal di sebuah sekolah dasar tempat anak bungsu penulis bersekolah. Nilai proyek keempat merosot tajam pada angka 76,jika dibandingkan nilai-nilai proyek sebelumnya yang berada pada rerata 93,5. Saat sesi diskusi dengan guru wali kelas yang kebetulan menugaskan proyek-proyek dimaksud, beliau mencoba mengingat kembali alasan-alasan diberikannya nilai persis satu dijit diatas Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sang guru menjelaskan bahwa penyebab diberikannya nilai dimaksud diantaranya karena penulisan referensi tidak konsisten, kalimat kebanyakan pendek atau terlampau sederhana, kekeliruan penggunaan kata dan tanda baca, serta paragraf cenderung kurang koheren.

Penulis sengaja membawa semua proyek karya anak bungsu dan mendiskusikannya kepada sang guru yang dalam beberapa menit kemudian menunjukkan keterkejutannya. Penulis menunjukkan beberapa artikel yang teramat sangat mirip yang dapat diunduh seutuhnya dari dunia maya. Kami sepakat bahwa proyek pertama sampai dengan ketiga yang memperoleh nilai sangat tinggi merupakan produk plagiarisme murni, sementara proyek keempat yang dinilai jauh lebih rendah merupakan hasil karya asli si bungsu yang justru sepatutnya dibanggakan.

Sejatinya, proyek keempat telah mulai dikerjakan sejak minggu pertama Oktober, sehingga si bungsu memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkannya. Penulis telah menduga sebelumnya bahwa kemungkinan besar proyek pertama hingga ketiga merupakan hasil copy-paste, mengingat kalimat majemuk bertingkat dapat dengan mudah ditemukan di hampir setiap paragraf, bahkan diksi yang cermat telah berhasil menggambarkan alur pemikiran yang jelas. Ketika si bungsu bertanya kepada penulis tentang topik proyek keempat, penulis berkesempatan menanamkan sikap kejujuran dan penghargaan atas kekayaan intelektual.

Penulis mencoba menuturkan konsepsi plagiarisme sebagaimana tertuang dalam buku karangan seorang pembesar Sekretariat Negara pada dekade lalu. Ketika dijelaskan bahwa si bungsu telah melakukan kejahatan inteletual berupa “mengganti identitas penulis pada karya tulis orang lain dengan identitas sendiri, sehingga karya tersebut seolah menjadi karyanya sendiri” (Soelistyo, 2011:34), si bungsu tidak serta-merta menerimanya. Setelah berdiskusi cukup panjang dan bernegosiasi dengan gigih, akhirnya si bungsu berniat untuk sedapat mungkin menghindari praktik plagiarisme pada proyeknya yangsedang dikerjakannya. Kami juga sepakat untuk menerapkan lima strategi yang ditawarkan Gonzales (2017) sebagai berikut:

  1. mengenali plagiarisme: pada tahap pertama ini, si bungsu berhasil menemukan beberapa artikel di dunia maya yang memiliki banyak kemiripan kata demi kata dan terkait dengan topik proyek yang sedang dikerjakannya;
  2. meringkas atau mengikhtisarkan: pada tahap kedua si bungsu mencoba beberapa kali membuat ringkasan artikel yang dibacanya dengan kata-katanya sendiri dan tentunya sejauh kemampuan penalarannya, dengan mencantumkan sumbernya;
  3. memparafrase: terhadap beberapa istilah dan kalimat terkait erat dengan topik proyek, si bungsu berusaha mencari kata atau frasa yang mengutarakan maksud yang sama, dengan mencantumkan sumbernya;
  4. mengutip langsung: ketika mendapati kebuntuan dalam memparafrasekan istilah hingga kalimat tertentu, si bungsu menutip langsung ‘letter lux’, sebagaimana tertulis pada artikel sumber;
  5. menggunakan gaya kutipan resmi: si bungsu memutuskan memakai gaya Chicago baik dalam sitasi pada teks maupun referensi.

Proyek keempat akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu seminggu, relatif jauh lebih lama dari pada proyek-proyek sebelumnya yang hanya memerlukan waktu masing-masing kurang lebih satu jam saja. Hasilnya, dari sisi nilai sedikit mengecewakan dan perlu lebih banyak latihan, dan penulis yakin itulah yang dibutuhkan si bungsu. Namun, penulis bahagia mendapati rona kebanggaan dan harga diri yang terjaga saat si bungsu meminta tanda tangan penulis pada lembar proyek pasca memperoleh penilaian, yang sungguh berhimpit dengan KKM, dari sang guru.

Sumber :

Soelistyo, Henry. Plagiarisme: Pelanggaran Hak Cipta Dan Etika. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2011.

Gonzalez, Jennifer. ”Teaching Students to Avoid Plagiarism”. Cult of Pedagogy. Diakses pada 23 Oktober 2018. Melalui https://www.cultofpedagogy.com/preventing-plagiarism/

Kata kunci : plagiarisme, menghindari

______________________________

Sumber : -

Penulis : R.H Bambang B. Nugroho

Kata kunci : plagiariisme

Lampiran file :