Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

Galakkan Perpustakaan Desa dan Keliling untuk Tingkatkan Minat Baca

Oleh Dhian Deliani, S.Sos. —

Dompu (Suara NTB) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu menyadari minat baca masyarakat masih belum memuaskan. Program perpustakaan keliling dan mengembangkan perpustakaan Desa dinilai sebagai salah satu upaya efektif dalam meningkatkan minat baca. Terbatasnya judul buku sering menjadi kendala sekolah dalam meningkatkan minat baca dan itu akan ditopang dengan program perpustakaan keliling.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Rohyani, SH kepada Suara NTB, Senin, 9 April 2018. Dikatakan Rohyani, pihak sekolah tidak bisa mengadakan sendiri buku bacaan yang beragam bagi siswanya. Karena anggaran BOS tidak bisa dimanfaatkan untuk memberi buku umum. “Dana BOS tidak bisa membeli buku umum, kecuali buku paket. Makanya, kami intens sekarang (untuk program perpustakaan keliling), di samping ada motivasi mewujudkan Kabupaten Dompu layak anak,” kata Rohyani.

Kehadiran perpustakaan keliling akan melengkapi kendala terbatasnya judul buku bagi sekolah untuk meningkatkan minat baca siswanya. Sehingga program perpustakaan keliling, sudah memiliki jadwal tetap setiap hari bagi sekolah – sekolah yang ada. “Kita turun terus tiap hari ke sekolah – sekolah. Bukan hanya SD, tapi juga SMP dan SMA sederajat,” ungkapnya.

Kunjungan 2 unit mobil perpustakaan keliling, tidak hanya di sekolah – sekolah, tapi juga di masyarakat umum dengan mendatangi kantor Desa/Kelurahan atau di tempat keramaian masyarakat. Jenis buku akan disesuaikan dengan potensi daerah ketika berkunjung ke Desa/Kelurahan atau keramaian. Hal ini untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuannya terkait potensi yang ada di sekitarnya.

“Potensi alam tidak akan maksimal kalau tidak didukung SDM yang memadai. Potensi alam akan sangat dekat kaitannya dengan minat baca,” jelasnya.

Hal inilah yang mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menghadirkan perpustakaan keliling di lokasi pacuan kuda. Harapannya, joki kecil yang menunggangi kuda dapat membiasakan membaca di sela – sela kesibukan sebagai joki atau orang tuannya sebagia pendamping.

“Mendorong joki kecil dan pendampingnya membaca di arena pacuan kuda membuat orang dari Australia kagum. Program ini akan terus kita kembangkan,” katanya.

Ia pun tidak menampik, minat baca bisa ditingkatkan bila didukung oleh judul buku yang lengkap dan jaringan internet yang luas. Data Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), semua Desa / Kelurahan di Kabupaten Dompu sudah memiliki jaringan internet dan listrik. “Minat baca baru bisa dinaikkan apabila didukung oleh dua hal. Yaitu fisik (judul) buku lengkap dan memiliki jaringan internet. Menurut Dinas Kominfo, semua Desa (di Dompu) memiliki jaringan internet dan listrik,” katanya.

Tidak hanya perpustakaan keliling yang terus digalakan untuk meningkatkan minat baca dan mengembangkan SDM warga Dompu, perpustakaan Desa juga akan terus dikembangkan. Jika pada tahun 2017 ada 4 Desa yang sudah mengembangkan perpustakaan Desanya, yaitu Desa Manggenae, Cempi Jaya, Wawonduru, dan Kadindi. Pada 2019 mendatang, akan dikembangkan perpustakaan Desa di Desa Marada, Soriutu, Kempo, Malaju, dan Desa Soritatanga.

“Paradigma baru sesuai Permendes Nomor 19 tahun 2017, bahwa alokasi ADD dan DD bisa dialokasi untuk pengembangan perpustakaan Desa. Sekarang kita sedang menyiapkan Perbup-nya untuk menjadi dasar Desa memprogramkan perpustakaan Desa. Kita juga ingin mengajak DPMPD dan Inspektorat menyosialisasikannya ke Desa,” ungkapnya. (ula/*)

 

Sumber :  http://www.suarantb.com/news/2018/04/16/255023/Galakkan.Perpustakaan.Desa.dan.Keliling.untuk.Tingkatkan.Minat.Baca