Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

Tingkatkan Literasi, Ridwan Kamil Kenalkan

Oleh Hotner Simanullang, SE., MM. —

BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunggah sebuah foto di akun Instagramnya. Di foto tersebut, ia tengah membaca buku sambil duduk di trotoar Jalan Asia Afrika.

Ia duduk di samping sebuah lemari kecil berwarna merah berdesain vintage. Usut punya usut, pria yang akrab disapa Emil itu tengah memperkenalkan program terbarunya yakni street library atau perpustakaan jalan.

Emil mengatakan, street library merupakan rak buku yang terpasang di jalanan Kota Bandung untuk memudahkan masyarakat membaca buku.

Street library, sambung Emil, dibuat berdasar keresahannya atas penurunan minat baca masyarakat. Menurut dia, kini warga harus kembali didekatkan dengan buku.

"Saya sebagai pemimpin daerah khawatir dengan kualitas SDM Indonesia yang tidak suka baca, tingkat literasinya rendah," ungkap Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Jumat (31/8/2018).

"Kemudian hobinya baca hp berjam-jam, bahkan baca berita saja menurut teori hanya 20 detik kesanggupan psikologisnya. Generasi yang tidak suka baca mudah diadu domba dan kalah berkompetisi," tambahnya.

Kompas.com sempat menengok lemari buku di Jalan Asia Afrika. Ternyata, lemari tersebut belum terisi buku.

Saat ini Pemkot Bandung masih memproduksi lemari lain untuk disebar di pinggir jalan Kota Bandung.

Emil menargetkan ada 100 lemari yang akan diluncurkan seminggu sebelum ia dilantik menjadi gubernur Jabar terpilih.

"Sementara tahap I akan disebar di daerah yang ada kursi duduknya. Berarti di Jalan Riau, Dago, Asia Afrika, dan sebagainya," imbuhnya.

"Sampai akhirnya ini jadi budaya dan memberi kebermanfaatan. Jadi gak ada lagi buku berdebu, dari pada tak terpakai mending kasih ke orang di tempat yang baik. Sekarang masih produksi ada 100, seminggu sebelum saya dilantik itu sudah disebar merata," tuturnya.

Untuk mengantisipasi aksi vandalisme, tiap lemari akan dijaga seorang relawan. Mereka pula yang akan melayani masyarakat yang ingin membaca buku.

"Ada relawannya yang mengatur mengedukasi dan membuat akhirnya budaya baca jadi budaya orang Bandung. Ada ribuan buku sebagian dari perpustakaan Bandung dan masyarakat," ucapnya.

"Sekarang membudayakan supaya ruang kota menjadi nyaman dengan menyebar 100 street library, rak kecil, sehingga orang yang lagi santai, lagi stress tidak lihat hp melulu tapi baca buku," katanya.

Selain itu, terdapat program community swap. Jadi, siapapun yang memiliki buka tidak terpakai boleh drop atau meminjam buku juga.

Ia berharap, street library bisa membawa kembali budaya membaca masyarakat yang sudah terbenam oleh telepon pintar.

Program itu juga jadi bentuk nyata komitmen Pemkot Bandung terhadap peningkatan minat baca masyarakat.

Sebelumnya, ia telah membangun gedung arsip dan perpustakaan daerah yang mewah serta microlibrary berdesain unik di beberapa kelurahan.

"Kenapa orang malas baca karena tersaingi oleh gadget, coba hilangkan gadget orang kembali baca buku. Makin ke sini orang itu makin malas. Jika disuruh jauh-jauh hanya untuk baca buku itu budaya sudah terkikis. Maka buku yang mendekati warga," jelasnya.

https://regional.kompas.com/read/2018/08/31/17125431/tingkatkan-literasi-ridwan-kamil-kenalkan-street-library.
Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Editor : Reni Susanti