Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

12 Penulis Indonesia akan Tampil di London Book Fair 2019

Oleh Aryani, S.Sos —

Ketua Harian Panitia Pelaksana Market Focus untuk London Book Fair, Laura Bangun Prinsloo mengatakan 12 penulis ini dipilih berdasarkan representasi keberagaman sektor literasi di Tanah Air. "Yang merefleksikan keberagaman daerah, agama, genre, dan usia yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat Indonesia," 

Ke-12 penulis tersebut yakni Agustinus Wibowo, Clara Ng, Dewi Lestari, Faisal Oddang, Intan Paramadhita, Laksmi Pamuntjak, Leila S Chudori, Nirwan Dewanto, Norman Erikson Pasaribu, Reda Gaudiamo, Seno Gumira Ajidarma, dan Sheila Rooswitha Putri.

Selain para penulis tersebut, juga akan tampil 20 narasumber lainnya yang akan mengisi acara program profesional. Untuk pameran tersebut telah terseleksi 450 judul buku yang akan dipamerkan dari pelaku industri penerbitan yang terdiri dari 23 penerbit buku, agen sastra, dan 10 produsen produk kreatif.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, mengatakan buku merupakan mata air yang mengaliri semua imajinasi dalam bentuk media lain. "Wajar jika buku mendapatkan perhatian khusus, karena selain dibaca, juga banyak yang diterjemahkan ke bentuk lain seperti games dan juga film,"

Menurut Triawan semua itu merupakan kekayaan yang harus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Hal itu juga dapat menjadi pelopor sektor ekonomi kreatif nasional untuk bisa bersaing dalam bidang ekonomi kontemporer.

"Acara ini akan menjadi momen penting dalam promosi dan terbukanya peluang pasar internasional. Tidak hanya untuk subsektor penerbitan, tetapi juga kolaborasi bersama antara sektor berbasis konten seperti film, musik, makanan dan lainnya," 

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, mengatakan ada anggapan keliru yang menyebutkan bahwa minat baca menurun. "Padahal justru sebaliknya, sekarang minat baca semakin meningkat terutama buku, karena orang jenuh dengan yang instan,.

Hilmar menjelaskan bahwa pameran itu merupakan kesempatan untuk memperlihatkan kekayaan literasi Indonesia kepada dunia. Tema yang akan dibawa Indonesia ke London Book Fair yakni mengenai laut. Konsep ini divisualisasikan ke dalam gelombang air, yang bergerak dinamis dari satu titik dan bergema luas.