Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

Perguruan Tinggi Berperan Tingkatkan Indeks Literasi Masyarakat

Oleh Dhian Deliani, S.Sos. —

Palangka Raya, Beritasatu.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berkomitmen meningkatkan indeks literasi masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui jalinan kerja sama dengan 11 perguruan tinggi negeri (PTS) maupun swasta yang ada di Kalteng.

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, menyampaikan, tugas Perpusnas sebagai lembaga negara non-kementerian melakukan sinergisitas untuk pembinaan teknis sekaligus pengembangan semua jenis perpustakaan yakni perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan perguruan tinggi.

"Perpusnas mengajak seluruh perpustakaan di Indonesia untuk memosisikan diri sebagai pusat ilmu pengetahuan. Perpustakaan harus bertransformasi sebagai transfer knowledge, inilah esensi perpustakaan di abad 21 dengan mengajak seluruh komponen bangsa bicara bagaimana transfer knowledge,” ungkap Syarif Bando, usai penandatangan nota kesepahaman di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kalteng, Selasa (2/3/2021).

Syarif Bando menjelaskan, literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan. Saat ini, pihaknya sudah mengidentifikasi kondisi literasi di Indonesia menjadi hulu dan hilir.

"Rendahnya budaya baca masyarakat yang berdampak pada rendahnya indeks literasi merupakan kondisi di hilir. Ini merupakan fakta yang ada. Namun, selama hampir 76 tahun Indonesia merdeka, pembahasan soal kondisi di hilir masih terus berlangsung. Padahal, seharusnya kendala yang ada di hulu diperbaiki bersama seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Menurut Syarif Bando, di tahun 2021 ini merupakan momentum yang paling sesuai untuk mendorong peran negara, akademisi dan perguruan tinggi untuk menghasilkan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Oleh karena itu, harus disiapkan regulasinya yang memungkinkan buku dari Jakarta bisa sampai ke Kalimantan Tengah,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri, menyatakan dalam upaya mempercepat sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan berdaya saing, diperlukan upaya bersama yaitu mengajak semua lapisan masyarakat Kalteng untuk membudayakan gemar membaca. Hal ini didukung dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 58 Tahun 2020 tentang Pembudayaan Gemar Membaca.

"Kegiatan ini jangan hanya sebatas seremonial saja, tetapi benar-benar diimplementasikan oleh bupati/walikota melalui langkah pro aktif untuk mendukung peningkatan indeks literasi masyarakat, salah satunya memperkuat dengan peraturan kepala daerah, melalui Gerakan Kalteng Membaca yang telah dicanangkan di tahun 2020 di masing-masing daerah, serta melakukan sosialisasi hingga tingkat kecamatan maupun desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fahrizal mengatakan, saat ini Kalteng masuk program strategis nasional 2020-2024, yakni program Food Estate, di mana provinsinya menjadi salah satu lokasi cadangan pangan nasional. Untuk itu, diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan teknologi untuk petani melalui buku terapan tentang pertanian.

Sementara itu, Rektor IAIN Palangka Raya Khairil Anwar sepakat dengan pernyataan Kepala Perpusnas jika perguruan tinggi sebagai salah satu sisi hulu yang berperan dalam peningkatan indeks literasi masyarakat. Saat ini, IAIN Palangka Raya mewajibkan mahasiswanya untuk membuat makalah dengan membaca tiga buku. Selain itu, pihaknya meminta dukungan dari pemerintah provinsi setempat berupa fasilitas percetakan buku.

"Selama ini kalau mau cetak buku masih ada di Jawa, tentunya hal itu akan membuat cost lebih besar. Kalau ada di Palangka Raya, tentunya penulis bisa mencetak bukunya disini tanpa perlu ke Jawa, sehingga bisa menambah bahan bacaan untuk masyarakat," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Syarif Bando menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan buku untuk Kalteng, sekaligus mengajak civitas akademika untuk menulis buku. Menurutnya, mencari buku sama halnya dengan mencari ilmu pengetahuan. Tantangan ke depan seberapa besar perguruan tingggi bisa menghasilkan buku.

Sumber: BeritaSatu.com