Berita

Menu ini memuat perkembangan kabar dan informasi terkini tentang Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara, ditulis untuk disampaikan kepada para pengunjung dan masyarakat umum

Saatnya Perpustakaan Berinovasi

Oleh Administrator —

Oleh: Muktamarudin Fahmi
Pustakawan UBB


"Salah satu yang dapat menjadi perhatian bagi para pengelola perpustakaan saat ini adalah tersedianya berbagai perangkat elektronik"

PERTUMBUHAN teknologi informasi dewasa ini, ibarat jet tempur yang terus melesat secepat kilat di angkasa. Tidak ada yang dapat menghentikannya kecuali si pilot yang mengendalikan pesawat itu sendiri. 

Pengibaratan tersebut tidak jauh berbeda dengan apa yang sekarang ini terjadi di kalangan insan atau lembaga penyedia informasi. Sebut saja dunia pertelevisian (hiburan) dan surat kabar (berita) yang terus menerus melakukan inovasi. Maka lahirlah berbagai halaman domain, yaitu sebuah istilah yang dipakai untuk mengakses atau merefensikan sumber tertentu di internet  yang dikembangkan oleh para pekerja informasi baik media cetak maupun media elektronik. Hal ini dilakukan agar informasi yang ada, tidak ketinggalan dengan perubahan pola hidup pemakai (user) informasi yang saat ini telah dimanjakan oleh berbagai media online yang bersifat cepat.

Lantas, bagaimana dengan perpustakaan? Keberadaan sebuah perpustakaan tidak jauh berbeda dengan komponen penyedia informasi lainnya, apakah itu sebuah kantor berita atau pusat dokumentasi. Sebagai sebuah lembaga yang didirikan untuk mendukung kebutuhan ilmu pengetahuan dan sebagai pusat penelitian, perpustakaan dituntut untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat pemakai (pemustaka).

Untuk itu, diperlukan perencanaan yang matang terutama, perencanaan mengenai komponen utamanya yang diharapkan dapat menjadi pokok pengembangan seperti, tersediaanya sumber daya manusia (pustakawan dan Tenaga Administrasi) yang handal, koleksi yang memadai, sistem layanan yang baik, fasilitas pendukung dan marketing.
Pada intinya, sebuah perpustakaan harus bisa memahami kebutuhan pemustaka walaupun pada kenyataannya tidak ada satupun perpustakaan yang dapat memenuhi seratus persen kebutuhan para pemustaka.

Adanya sebuah perpustakaan di sebuah wilayah atau daerah, diharapkan dapat meningkatkan kualitas masyarakat di sekitarnya. Setiap masyarakat sudah pasti membutuhkan sarana yang nyaman dan memadai untuk proses belajar, disamping keberadaan sekolah sebagai tempat belajar yang sudah umum. Sebut saja, tempat kursus dan juga pusat pelatihan, tetapi itu semua belum cukup. Perlu adanya sebuah lembaga yang dapat menunjang ketersedian informasi bersifat luas dan gratis, ini semua dapat terpenuhi jika di daerah tersebut memiliki sebuah perpustakaan.

Beberapa minggu yang lalu, media ini mengangkat pemberitaan mengenai tingkat pengunjung perpustakaan di beberapa daerah di Bangka Belitung yang masih sangat minim.

Minimnya tingkat pengunjung tersebut tentu ada beberapa sebab yang melatar belakanginya, mungkin letak perpustakaan yang kurang strategis, koleksi yang masih sedikit, fasilitas tempat membaca yang tidak nyaman, serta kurangnya promosi yang dilakukan. Karena memang, keberadaan sebuah Perpustakaan Daerah (Umum), berbeda dengan keberadaan Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Perguruan Tinggi telah memiliki pengunjung tetap (aktif) yaitu masyarakat sekolah (murid dan guru) dan masyarakat kampus (mahasiswa, dosen dan karyawan) walaupun tujuan keberadaan perpustakaan tetap sama yaitu ingin mencerdaskan masyarakat dan membantu masyarakat mendapatkan informasi yang sesuai dengan keinginan mereka.

Salah satu yang dapat menjadi perhatian bagi para pengelola perpustakaan saat ini adalah tersedianya berbagai perangkat elektronik, sebut saja komputer yang bukan lagi menjadi barang mewah dan paling banyak di pakai di dunia perkantoran sekarang ini, adanya komputer sebagai mesin penyimpan dan temu kembali data/arsip secara cepat dan tepat, dapat menjadi nilai jual tersendiri bagi sebuah perpustakaan, apalagi bila perangkat tersebut telah didukung dengan sebuah software perpustakaan yang saat ini banyak dikembangkan oleh beberapa lembaga masyarakat pecinta perpustakaan dan juga lembaga milik pemerintah. Software ini bisa didapat secara gratis dengan cara mendownload di internet.

Namun lagi-lagi masalah SDM yang memiliki kemampuan di bidang komputer masih sangat minim dan mungkin sama sekali tidak dimiliki oleh sebuah perpustakaan. Hal inilah yang menyebabkan ketertinggalan perpustakaan dengan lembaga penyedia informasi lainnya.

Pengelolaan sebuah perpustakaan dengan bantuan komputer disamping mempermudah proses imput data (otomasi) juga lebih efisien, dan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan yang akan berakibat pada  meningkatkanya citra perpustakaan. Sebuah perpustakaan harus terus berinovasi menuju ke arah yang lebih moderen, bukan lagi pengelolaan secara manual atau masih menggunakan metode pencatatan di sebuah  buku double folio ketika ada pemustaka yang ingin meminjam buku, biar sistem yang bekerja, sehingga nantinya Pustakawan/Petugas Perpustakaan memiliki waktu yang banyak untuk melakukan pengembangan perpustakaan, karena pekerjaan yang sifatnya berulang sudah dikelola oleh komputer.

 Moderenisasi sebuah perpustakaan juga tidak harus mahal, perpustakaan yang telah memiliki koleksi kurang dari lima ribu eksemplar buku, cukup dengan memiliki satu atau dua unit komputer yang dapat dipakai untuk Otomasi (Pengadaan koleksi, Katalogisasi, Sirkulasi, Pengelolaan, Keanggotaan dan Statistik) dan layanan, serta untuk administrasi ketatausahaan.

Untuk itu, peran pemerintah, terutama pemerintah daerah yang memiliki Perpustakaan Umum, perlu mengambil sikap yang cepat bagi pengembangan perpustakaan di daerah tersebut. Terutama peningkatan kualitas SDM, kualitas koleksi dan layanan serta kelengkapan peralatan pendukung seperti komputer mutlak tersedia.

Selanjutnya kegiatan promosi perpustakaan perlu terus ditingkatkan, karena ini penting. Sebab, kehadiran sebuah perpustakaan tak ubahnya sebuah perusahaan yang memiliki berbagai produk yang bagus dan produk tersebut perlu di promosikan (iklan) ke seluruh masyarakat, sehingga akhirnya masyarakat tertarik dan ingin memiliki produk tersebut.

Demikian juga dengan perpustakaan, masyarakat harus tahu dulu apa itu perpustakaan? Bagaimana dengan koleksinya dan juga pelayanannya? Yang pada akhirnya masyarakat semakin mengerti dan punya keinginan untuk berkunjung ke perpustakaan.

Semoga saja di tahun 2012 ini, perpustakaan semakin berkembang dan di cintai oleh masyarakat, serta dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa. (*)
Sumber : bangkapos.com