Detail Pencarian

Rincian Informasi Detail Hasil Pencarian


Psikologi prasangka orang Indonesia : kumpulan studi empirik prasangka dalam berbagai aspek kehidupan orang Indonesia / Sarlito Wirawan Sarwono

Penelitian tentang prasangka merupakan ‘proyek’ yang dilakukan oleh penulis karena begitu banyak prasangka berkembang di Indonesia sejak reformasi, tetapi belum ada penelitian yang bisa menjelaskan gejala tersebut dengan paradigma Indonesia, bukan berdasarkan buku teks dari Barat. Bangsa Indonesia telah lama dikenal sebagai bangsa yang ramah, tepo seliro, dan cinta damai. Namun, sekarang orang mudah sekali berprasangka, menilai sesuatu secara sepintas (heuristic) tanpa memprosesnya secara terinci dalam alam pikiran (kognisi). Akibatnya, terjadilah tindakan emosional yang sangat merugikan, baik di lingkungan keluarga, kerja, masyarakat, maupun negara seperti penganiayaan, pengrusakan, pemogokan kerja, penghakiman massa, atau kerusuhan lainnya. Bahkan pada tingkat yang paling ekstrem dapat terjadi tindakan pengeboman atau bom bunuh diri.
Pada hakekatnya, berprasangka tidaklah selalu berdampak negatif, terkadang kita perlu berprasangka untuk menjaga diri sendiri, misalnya terhadap ancaman orang jahat atau orang yang berniat kurang baik terhadap diri kita. Berprasangka juga tidak selalu berarti berpraduga negatif. Pada orang-orang yang selama ini berlaku baik terhadap diri kita, biasanya kita berprasangka positif kepadanya. Terhadap dokter atau rohaniwan, misalnya, pada umumnya kita berprasangka positif. Kalau tidak, tentu kita tidak akan berobat ke dokter atau kita mau beribadah. Masalahnya, adakalanya, bahkan sering kali, orang berprasangka negatif secara berlebihan sehingga tidak rasional lagi dan akhirnya membuat keputusan yang keliru.
Dengan demikian, prasangka mempunyai fungsi jalan pintas (heuristic) yang berarti kita langsung menilai sesuatu tanpa memprosesnya secara rinci dalam alam pikiran (kognisi) kita, bahwa akar prasangka di Indonesia adalah adanya ketidakpastian norma (ukuran, aturan, idealisme, kebenaran, dan sebagainya) dan ketidakpercayaan diri pada orang Indonesia sehingga tidak bisa mengandalkan pada pikiran atau akal sehat sendiri. Ketidakpastian tentang norma itu sebagian disebabkan oleh adanya perubahan zaman, sebaliknya suatu perubahan tidak selamanya menimbulkan ketidakpastian sehingga memicu prasangka. (WH)
WH

 

Pengarang

Sarlito Wirawan Sarwono - Personal Name

No. Panggil 150 SAR p
Penerbit Raja Grafindo Persada : Jakarta., 2007
Deskripsi Fisik x, 206; 21
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN 979-769-044-X
Kata Kunci NONE
Tipe Isi -
Tipe Media -
Tipe Pembawa -
Edisi -
Subyek PSIKOLOGI
Info Detil Spesifik -
Pernyataan Tanggungjawab -

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain